Pages

Sunday, 11 December 2011

Ramona & Julio | About love until Drop

Seorang wanita berumur 41 tahun sedang duduk di kursi goyang . Dan seorang lelaki yang tak lain adalah anaknya datang menghampirinya .
" Mama ngapain sendirian disini ?"
" Lagi istirahat aja sayang " ia membelai wajah anak lelakinya itu . Wajah tampannya benar-benar mengingatkan pada sang suami tercinta . "Oh iya, ma ingat sesuatu nggak?"
" Apa ?"
" Mama janji mau ceritain sebuah kisah cinta ke aku "
" Lohh.. Kamu lagi jatuh cinta ?"
" Enggak sihh ma, aku penasaran aja "
" Kamu pengen dengar ?"
" Pengen donk ma , ayo donk cerita " wanita itu diam sesaat , lalu pikirannya melayang pada sebuah cerita . Berfikir dari mana ia akan memulai cerita ini .

A Letter to Someone from God

Dear kamuu,,

Pagi ini aku terbangun oleh sinar mentari yang menyusup diam-diam lewat celah ventilasi jendela kamarku . Terpandang olehku handphone yang tergeletak disampingku . Aku berharap melihat ucapan ' selamat pagi ' saat ku membuka handphone . Namun aku tak menemukannya, maka aku beranjak dari atas kasur dan segera bersiap untuk melakukan aktivitas hari ini .

about God Destiny

♪ I can bless myself
There's no need for someone's help ♪
♪ There's no one to blame
♪ There's no one to save you but yourself
♪ I can justify all the mistakes in my life
It's taught me to be, it's givin' to me ♪
♪ And I'll survive
'Cause I have blessed myself ♪

I want to be your ' Mr. Right '

Seorang lelaki sedang membidik kameranya keseluruh ruangan . Ia sedang mengecek lensa kameranya . Dan saat sedang mengarahkan lensa kepintu , pintu terbuka dan seorang gadis masuk . Lensanya mengikuti kemana gadis itu berjalan, hingga ia berhenti disebuah meja, tepat didepan meja kerja lelaki itu . Ia meletakkan kamera dimeja , kembali memandang gadis didepannya itu . Seolah tak mempercayai apa yang dilihatnya . Ia membuka tas'nya dan mengeluarkan beberapa foto . Dan menemukan foto gadis itu, gadis yang sama yang ia foto di acara amal 3 hari yang lalu . Ia tersenyum sumringah, benar-benar tidak menyangka ia bisa bertemu gadis ini lagi .

Saturday, 10 December 2011

it's about Waiting and Faith

Jam di dinding menunjukkan pukul setemgah 7 malam . Kulirik invitation card berwarna merah muda yang tergeletak diatas meja . Aku beranjak dari atas kasur dan meraihnya , kembali kubaca undangan itu . Itu adalah undangan ulang tahun dari teman kantorku . Aku tidak mengerti kenapa ia mengundangku . Selama ini kami jarang bertegur sapa saat dikantor . Aku teringat kata-kata Feli sahabatku .

Forgive me , because I miss you

Maafkan aku
Tapi aku sudah tidak kuat menahannya
Aku benar-benar galau
Aku merasa terabaikan
Aku merasa tercuekkan
Aku merindukan kamu yang dulu

If this was a Movie | It's not like a Movie

" Ini signal kenapa jelek begini sih " seorang lelaki ngedumel sambil menaiki bukit taman mencoba mencari signal yang bagus untuk handphonenya .
" Pake provider apaan sih, kok sinyalnya jelek ?" Tanya suara mengagetkannya . Ia baru sadar ternyata bukan hanya dirinya yang berada diatas bukit itu . Bahkan dalam keadaan malam yang gelap dan hanya diterangi cahaya lampu taman yang terangnya tidak seberapa itu ia bisa melihat siapa pemilik suara itu .