Pages

Sunday, 11 December 2011

Ramona & Julio | About love until Drop

Seorang wanita berumur 41 tahun sedang duduk di kursi goyang . Dan seorang lelaki yang tak lain adalah anaknya datang menghampirinya .
" Mama ngapain sendirian disini ?"
" Lagi istirahat aja sayang " ia membelai wajah anak lelakinya itu . Wajah tampannya benar-benar mengingatkan pada sang suami tercinta . "Oh iya, ma ingat sesuatu nggak?"
" Apa ?"
" Mama janji mau ceritain sebuah kisah cinta ke aku "
" Lohh.. Kamu lagi jatuh cinta ?"
" Enggak sihh ma, aku penasaran aja "
" Kamu pengen dengar ?"
" Pengen donk ma , ayo donk cerita " wanita itu diam sesaat , lalu pikirannya melayang pada sebuah cerita . Berfikir dari mana ia akan memulai cerita ini .


17 tahun lalu,,,
Seorang gadis berdiri didepan cermin, ia memakai kebaya putih . Wajahnya bercahaya laksana bidadari . Tentu saja, dia adalah bidadari dihari pernikahannya . Tapi tiba-tiba dadanya terasa sakit . Ia memandang gadis dicermin yang memegang dadanya menahan sakit .
Tuhan batinnya maafkan aku, jika ini termasuk keegoisan maka aku mohon maafkan aku . Aku hanya ingin bahagia dengan Dia . Matanya berair , ia menahan jangan sampai air mata itu jatuh membasahi pipinya . Ini adalah hari bahagianya dan ia tidak ingin merusak itu .

Hari itu didepan semua orang, lelaki yang kucintai mengungkapkan ikrar cintanya untuk menjadikan aku satu-satunya wanita dalam hidupnya, menemani aku dalam keadaan susah dan senang . Hingga maut akan memisahkan kami .

Aku tidak pernah sebahagia ini, aku dan suamiku melewati bulan madu kami di Bandung . Disebuah Villa milik orang tua suamiku . Karena ia akan bertugas di Bandung, maka ia berencana untuk sementara waktu tinggal di villa yang jaraknya juga tidak jauh dari kantor barunya . Hari-hari yang kulewati dengan kehadiran suamiku adalah hari-hari paling indah yang pernah tuhan berikan untukku .

Dan sore itu, aku dan suamiku duduk bersama di teras kamar .
" Mama sama papa jadi dateng?" Tanya suamiki
" Jadi, mungkin setengah jam lagi sampai " jawabku . Ia merangkulku , dan aku bergelendot manja padanya .
" Heii,, kalau kita menjadi pasangan, kamu maunya kita seperti pasangan siapa ?" Tanya suamiku
" Hmmm... Victoria - Beckham " jawabku .
" Pasangan khayalan sayang " .
" Ohh.. Siapa ya, hmmm.. Kalau kamu?"
" Aku,, hmmm , mengikuti tren abg , aku ingin seperti Edward dan Bella " aku menaikkan alis .
" Kenapa ?"
" Karena aku tidak ingin hidup di dunia dimana kamu tidak berada didalamnya, like Edward " aku tersentak mendengarnya .
" Jangan begitu sayang, jika sesuatu terjadi padaku maka kamu harus meneruskan hidupmu " kataku lembut menyentuh pipinya .
" Bagaimana jika sebaliknya, jika sesuatu terjadi padaku , apa yang akan kamu lakukan ?"
" Aku percaya cinta sehidup semati itu tidak harus kita mati bersama " jawabku tenang . " Coba lihat bagaimana Widyawati masih tetap tersenyum meski telah ditinggal alm. Suaminya Sopan Sofian . Seperti itulah cinta sehidup semati sebenarnya, kita tetap bersama orang yang kita cinta hingga maut yang memisahkan, maut yang menjemput kita bukan kita yang menjemput maut " .
" Berjanjilah akan selalu disisiku ?"
" I'll try to still alive for you, honey " bisikku pelan sambil memeluknya . Dan tiba-tiba aku terbatuk . Dadaku sakit dan sesak , suamiku bingung ada apa denganku . Aku menutup mulut dan berlari secepat aku bisa ke kamar mandi . Menyalakan wastafel , dan saat kubuka tangan yang menutupi bibirku, sudah ada bercak darah . Aku segera membersihkannya .
" Ramona !!" Suamiku muncul dibelakangku . Aku memandang kecermin, ia balik memandangku . Dan tampak shock melihat bibirku yang masih bernoda darah . " Kamu kenapa?"
" I'm fine Julio !!" Jawabku sambil membersihkan mulutku . Dia membalikkan badanku kearahnya memandang mataku yang merah , air mata sudah akan meluncur keluar dari bendungannya .
" Tell me the truht, what happen with you honey ?" Dadaku semakin sakit dan sesak . Badanku terasa lemas dan mataku berkunang-kunang . Aku tak tahu apa selanjutnya yang terjadi . Tahu-tahu semuanya gelap . Dialam bawah sadarku, aku seperti mendengar suara suamiku Julio memanggil diriku .
" Ramona !!" Ia mengguncang tubuh lunglai istrinya yang terbaring dilantai kamar mandi itu . " Sayang, Ramona, bangun, ohh tuhan .. Ada apa ini sebenarnya !!" . Tiba-tiba lelaki itu memegang dadanya . Jantungnya berdetak cepat, dan mulai terasa sakit . Ia mulai sulit bernafas , megap mencari oksigen sambil masih memeluk istrinya yang tidak sadarkan diri . Dan nafasnya semakin terengah-engah . Hingga akhirnya iapun jatuh pingsan sambil masih memeluk istrinya .

Mata wanita itu berkaca-kaca menceritakannya pada anak lelakinya itu .
" Lalu, terusannya gimana ma ?"
" Orang tua dari lelaki itu datang , mereka membawa pasangan suami istri itu ke RS . Tapi .. Sayangnya sang suami tidak dapat diselamatkan " .
" Karena ...?"
" Serangan jantung yang secara tiba-tiba " .
" Dan istrinya ?"
" Ia kritis , dan keajaiban justru terjadi padanya . Orang tua si wanita mendapatkan donor hati untuknya "
" Wanita itu sakit kanker hati ma?" Mamanya mengangguk
" Ia masih bisa menghirup udara segar sementara suaminya telah pergi meninggalkannya dan janin yang ia kandung "
" Aku pikir bakal jadi kayak Romeo dan Juliet , keduanya mati bersama ma "
" Mama juga tadinya berfikir seperti itu sayang "
" Apalagi nama mereka udah mirip banget kan ya ma , Ramona & Julio " mamanya mengangguk . " Lalu istrinya gimana sekarang ma ?"
" Ia hidup merawat anak lelakinya yang atas kuasa tuhan, anak itu begitu mirip dengan almarhum papanya " wanita itu memandang mata anaknya .
" Ma "
" Ya "
" Apa wanita itu Aramonella Valeri dan lelakinya bernama Julius Geovan " mata wanita itu nanar . Ia mengangguk mengiyakan . Ia menggenggam tangan mamanya .
" Maafkan mama sayang, ketakutan mama akan kehilangan papa kamu membuat mama tidak berani jujur dari awal tentang penyakit mama " ujar mamanya dan air matanya mengalir . "Kebodohan mama justru mengakibatkan papa kamu meninggal, karena shock melihat keadaan mama . Dan pada akhirnya papa meninggalkan mama dan kamu tidak pernah mengenal sosok papa kamu " Julio menghapus air mata mamanya .
" Jadi itu yang membuat mama selama ini selalu dirundung sedih ?" Tanya Julio . " Hal ini yang membuat mama selalu merasa bersalah ".
" Mama menjadi penyebabnya ".
" Itu takdir ma , umur papa cuma sampai disitu " Julio menggenggam tangan mamanya . " Mama bersedih sepanjang usia mamapun tidak akan membalikkan keadaan . Mama punya aku ma, aku akan disini gantiin kehadiran papa buat jagain mama . Manusia tidak selalu benar, adakalanya dia egois dan tidak ingin kehilangan orang yang ia sayangi . Anggaplah, mungkin mama salah dengan menutupi penyakit mama, tapi mama melakukan hal yang benar dengan bertahan tetap hidup untuk aku . Karena ada banyak orang, karena merasa bersalah , memilih untuk mati . Lihat Juliet yang minum racun karena Romeo mati . Namun mama tidak. Karena sesungguhnya cinta itu dilihat dari bagaimana kita mampu bertahan mencintai seseorang yang tidak lagi bersama kita . Apa yang kita lakukan untuk membahagiakan diri kita sendiri meskipun tanpa dirinya . Cinta itu seharusnya membuat kita tetap hidup bukan meratapi kesedihan hingga membuat kita menderita . Aku yakin papa tidak ingin melihat mama menyesali hal itu sepanjang hidup mama ".
" Mama sangat bersyukur memiliki kamu sayang " mama mengelus wajah Julip . " Kamu adalah titipan tuhan yang mampu membuat mama bertahan dan tetap tersenyum " Julio mencium tangan mamanya .
" Aku cuma punya mama , aku pengen mama bahagia " ucapnya . " Jadi mama jangan sedih lagi , ada aku yang akan selalu jagain mama " wanita itu memeluk putra semata wayangnya . Betapa baiknya tuhan, ia telah berbuat kesalahan dengan menutupi penyakitnya hingga berakibat fatal pada suaminya . Namun ia justru mendapat berkah dengan dikaruniai seorang anak lelaki yang begitu menyayanginya . Cinta memang ajaib, adakalanya ia membuat kita egois dan adakalanya ia membuat kita belajar mengikhlaskan apa yang terjadi .


December 12, 2011
13.41 in the hopeless place
*7hugs ♥

No comments:

Post a Comment