Jam di dinding menunjukkan pukul setemgah 7 malam . Kulirik invitation card berwarna merah muda yang tergeletak diatas meja . Aku beranjak dari atas kasur dan meraihnya , kembali kubaca undangan itu . Itu adalah undangan ulang tahun dari teman kantorku . Aku tidak mengerti kenapa ia mengundangku . Selama ini kami jarang bertegur sapa saat dikantor . Aku teringat kata-kata Feli sahabatku .
" Mungkin dia ngundang lo karena yang dia tahu lo itu temennya Dave "
" Gue temennya Dave " sergahku
" Jadi apaan donk , dari pada gue nyebutnya ' elo itu gebetan Dave ' yang ditinggal gitu aja . Lo sih, udah tahu Dave itu nggak jelas, rada playboy gitu . Bandel sih gue bilangin, sekarang lo uda keburu jatuh cintakan sama dia, dan dia ninggalin lo " oceh Feli . Aku tidak ingin datang, tapi perasaanku memaksa aku untuk menghadiri pesta itu . Sebenarnya karena aku tahu Dave akan hadir disana . Setidaknya walau aku tidak akan hadir bersama Dave tapi aku bisa melihatnya dari kejauhan . Mengobati rasa rinduku atas kealfaannya selama ini . Kulirik lagi jam di dinding, sudah jam 7 kurang 20 menit .
Dan aku mengalah pada perasaanku, kini aku berada didepan pintu masuk Buzz Cafe . Sepertinya cafe ini telah di booking oleh Kinar , si empunya acara malam ini .
" Hei Keis !!" Suara seorang lelaki memanggil dari belakang dan aku menoleh . Ternyata Tiyo , teman kantorku juga dan dia adalah sahabat Dave .
" Heii Yo !!"
" Sendiri aja lo?"
" Iya nih "
" Gue pikir bareng Dave, tahu gitu lo bareng gue aja tadi " aku tersenyum sekilas .
" Barengan kedalam yuk " ajakku dan Tiyo mengangguk . Aku dan Tiyo masuk kedalam cafe . Ternyata sudah ramai, aku dan Tiyo mencari tempat yang masih kosong dan ternyata masih ada .
" Heiii Keis, Tiyo , telat nihh lo berdua!!" Sapa Nia teman kantorku , aku juga Tiyo duduk didekatnya .
" Udah selesai acaranya?" Tanya Tiyo
" Udah selese tiup lilin kali , telat lo berdua " aku mencari sosok Kinar dan menemukannya . Ia berdiri tidak jauh dari panggung tempat band pengisi acara sedang tampil . Ia tampak cantik dalam balutan dress berwarna peach .
" Gue mau ngucapin selamat ke Kinar dulu ya " kataku dan mereka mengangguk . Aku beranjak dan berjalan kearah Kinar .
" Hai Kinar !! " Sapaku seramah mungkin .
" Ehh Keisha , udah datang ?"
" Happy birthday ya " Kinar tersenyum dan mengangguk .
" Ohh iya, ini buat kamu " aku menyodorkan sebuah bungkusan kecil padanya
" Ya ampun Keis, repot-repot banget "
" Nggak kok, nih " Kinar menerimanya
" Makasih ya " Keisha mengangguk
" Aku, ke tempat Nia dulu deh ya "
" Oke, enjoy the party ya " aku mengangguk . Saat aku berjalan kearah meja Nia dan Tiyo betapa kagetnya aku karena disana ada sosok lelaki yang kuharap aku akan bertemu dengannya malam ini . Lelaki yang telah menghiasi hari-hariku dengan senyuman dan keceriaan selama setahun ini , namun entah kenapa belakangan ia berubah dan menjauh dariku tanpa alasan .
♪lebih setahun lamanya kita telah jalan bersama
♪lewati waktu yang indah, tiada terpisah berdua
♪namun kau tak pernah bisa akui rasa yang kau rasa
♪ ku hanya ingin kau coba
♪panggil aku sayang, panggil aku cinta
Aku menoleh kebelakangan panggung saat mendengar nyanyian itu . Ternyata Kinar sudah berdiri disana, dan ialah yang menyanyikan lagu itu . Aku menguatkan diri dan berjalan kearah tempat Nia dan Tiyo .
" Heii guys !!" Sapaku sesantai mungkin lalu duduk disamping Nia
" Suara Kinar bagus ya " puji Dave
" Iya, eh Keis lu nyanyi juga donk , suara lo juga bagus " Tiyo dan Dave menoleh kearah Keisha .
" Hahh,, enggak deh, gue lagi sakit tenggorokan "
" Lo donk Dave nyanyi "
" Siph, gue pasti nyanyi " jawabnya sambil tersenyum . Aku heran, Dave masih bisa bersikap biasa saja . Seakan tak pernah terjadi apa-apa diantara kami .
" Ok thank you, dann,, aku mau minta sseseorang yang sangat spesial buat aku yaitu Dave, nyanyiin sebuah lagu donk buat aku " terdengar suara riuh menyambut permintaan Kinar . Davepun berdiri dan berjalan kearah panggung .
Ohh my batinku Dave benar-benar tidak menganggap keberadaanku . Aku yang menunggu penjelasan kenapa ia berubah begini . Tapi kurasa aku tidak membutuhkan penjelasan lagi . Mungkin kehadiranku disini dimaksudkan untuk mengklarifikasi hubungannya dan Kinar yang selama ini menjadi bahan gossip di kantor . Aku beranjak dari duduk ku .
" Mau kemana Keis ?" Tanya Tiyo
" Gue haus " jawabku . Aku berjalan menjauhi mereka dan menghampiri meja panjang yang menyajikan macam-macam minuman . Ku ambil segelas orange jus . Aku meminumnya sambil berdiri memandangi Dave yang sudah duduk di bangku ditengah panggung . Jari-jemarinya mulai memetik gitar . Bahkan di nada pertama alunan petikan gitar itupun aku sudah tahu lagu yang akan dinyanyikannya .
Kenapa harus lagu itu batinku
♪ I’m gonna love you, when the time is right
Be thinkin’ of you, every day and every night ♪
♪ To thank you so many in this world and someday I’ll make you be my wife
♪ So every time we’re not together, I hope you know that you’ll be alright
♪ ‘coz I, I’m gonna make you feel that you’re the only girl in the world
Dave tahu benar bahwa lagu itu adalah lagu kesukaanku . Dan malam ini dia menyanyikannya , untuk pertama kalinya . Namun bukan untukku , melainkan untuk Kinar yang berulang tahun . Feli benar, aku terlalu bodoh karena bisa jatuh cinta pada lelaki yang tidak pernah serius menjalani hubungan ini . Rapor percintaan Dave bisa dikatakan tidaklah baik, tapi aku tidak percaya dia begitu karena selama aku mengenalnya aku yakin dia lelaki yang baik . Tapi kini, sudah saatnya aku berhenti menunggu sesuatu yang tidak pasti . Dia tidak ditakdirkan untukku .
" Thanks buat kesempatan ini " ucap Dave . " Sebenarnya malam ini , gue pengen mengklarifikasi sesuatu di momen bahagia Kinar , rekan gue di kantor " .
" Oke, klarifikasi dimulai " kataku malas lalu meletakkan gelas dan berjalan kearah toilet . Aku bercermin , aku tahu penampilanku tanpa cela malam ini . Tetapi aku juga tahu, mataku kosong dan tak ada binar kebahagiaan didalamnya . Handphoneku tiba-tiba berbunyi, kurogoh tasku dan ternyata nama Nia tertera dilayarnya . Aku reject panggilan itu . Memasukkan kembali kedalam tas , aku mencuci tangan , kembali bercermin untuk mengatur ekspresi wajahku . Setelah yakin bahwa aku tidak akan pingsan ketika keluar dari toilet nanti, akupun memutuskan untuk kembali ke dalam hiruk pikuk petas namun ketika aku memasuki pesta, tidak ada suara musik dan hiruk pikuk suara tamu . Senyap dan ketika aku memasuki ruangan, semua mata justru memandangku . Jelas saja itu membuatku jadi kikuk dan canggung .
" Heii Keis !!" Suara Dave memanggilku membuat aku tersentak kaget . Aku berhenti dan menoleh kearahnya . Ia tidak lagi duduk dan memegang gitar, tapi ia berdiri didekat keyboard . Perlahan jarinya mulai bermain dengan nut nut keyboard .
♪ Dengarkanlah wanita pujaanku
Malam ini akan kusampaikan ♪
♪ Hasrat suci kepadamu dewiku
Dengarkanlah kesungguhan ini ♪
♪ Aku ingin mempersuntingmu
Tuk yang pertama dan terakhir ♪
Aku tidak mampu berkata apa-apa saat mendengar ia menyanyikan lagu itu . Apa maksudnya ini , kenapa dia menyanyikan lagu itu untukku . Bukankah dia akan mengklarifikasi soal hubungannya dengan Kinar . Handphoneku tiba-tiba berbunyi , aku merogoh tas dan melihat ada sms ternyata dari Nia .
You miss a great moment in ur life , Dave baru aja klarifikasi soal perasaannya ke lo, lo kemana tadi
Kepalaku rasanya berputar , aku seakan tidak mempercayai penglihatanku dan membaca sms itu sekali lagi . Terdengar tepukan riuh dan aku tersadar . Dave telah berjalan kearahku dan semua mata tertuju padaku dan dia termasuk Kinar . Kinar juga tersenyum padaku .
" Gue mau ngomong sama Keisha, lo pada nikmati pestanya ya " Ucap Dave agak keras agar seluruh ruangan mendengarnya . Mereka mulai mengalihkan perhatian mereka kembali pada pesta . Dave meraih tanganku dan menuntun aku duduk disalah satu tempat yang masih kosong .
" Maafin aku " ucapnya . " Aku udah buat kamu sedih dan uring-uringan . Karena tiba- tiba aku berubah dan menjaga jarak denganmu ".
" Aku tahu kamu pasti punya alasan atas hal yang kamu lakukan " .
" Aku butuh waktu meyakinkan diri dan perasaan aku sendiri . Apa aku pantas untuk kamu, apa aku bisa jadi yang terbaik untuk kamu . Karena aku tahu , kamu sendiri juga masih krisis kepercayaan terhadap cinta . Kamu merasa tidak yakin apa kamu mampu kembali menjalani hubungan . Meskipun kita telah dekat sangat lama, iya kan " .
" You know me so well " anggukku . Dave meraih tanganku dan menggenggamnya .
" Aku nggak bisa menjanjikan aku akan selalu membuat kamu bahagia tapi aku akan berusaha untuk membuatmu bahagia " ujarnya . " Aku akan membantu kamu untuk membangun kepercayaan itu kembali . Kita akan menjalaninya bersama , because two is better than one " aku tersenyum mendengarnya .
" Heii...aku seorang cewe yang memiliki hati yang sudah tidak sempurna lagi "
" Aku tidak membutuhkan sesuatu yang sempurna untuk menyempurnakan hidupku " jawab Dave . " Aku mengenalmu dengan caraku , begitu juga denganmu " .
" Tapi Kinar ?" Dave tertawa kecil
" Kinar itu sepupu aku " aku terpelongo mendengarnya
" You never tell me "
" Sekalian ngetest juga, gimana reaksi kamu kalau aku dekat dengan cewe lain"
" Whoo.. Bagus ya , mempermainkan perasaan aku " aku pura-pura kesal
" Maaf " ucapnya lembut . " So.. How ?"
" Apanya yang How ?"
" Gue barusan ngelamar lo kali ya didepan semua orang " kata Dave sudah ber Lo - Gue aja saking gemesnya karena aku masih belum ngeh .
" What !!! " Aku membulatkan mata saking kagetnya . " Yang tadi itu.. Serius ?" Dave menepuk jidat .
" Masa aku main-main , I need a month for preparing my self , make sure everything , dan kamu masih bisa lemot kayak begini , aduhh Keisha ! " Ia mengacak pelan rambutku saking gemasnya .
Ohh my batinku dave ngelamar gue, gue dilamar sama Dave . Rasanya aku mau pingsan . Tapi telat banget, dilamarnya tadi pingsannya sekarang .
" Kamu belum yakin sama aku ?"
" Hahh,, aku, bukan, aku .. I'm shocked, aku pikir .. I think it' just a song , kamu sekedar nyanyiin doank . I never thinking .. Kamu serius ngelamar aku " Dave tertawa mendengar aku bicara tergagap dan gugup seperti itu .
" Kamu nervous ya, ngomongnya sampai berantakan gitu "
" Nggak lucu tahu " aku bersungut . Dave tertawa lalu ia mengambil setangkai mawar dari dalam vas dan memberikannya padaku .
" Nihh buat kamu " aku menerimanya dengan wajah manyun , memandang mawar putih itu .
" Ini bunga beneran " kataku karena yang lain bunga plastik .
" He'eh " Dave mengangguk sambil tersenyum . Aku memandang mawar itu lagi , terpandang olehku sesuatu berkilau yang tergantung disisi lain kelopak . Aku tidak mempercayai penglihatanku . Dan aku menyentuh benda berbentuk bundar berkilauan itu. Lalu aku memandang Dave . Dave membantuku melepaskan benang yang membantu benda itu agar terikat pada tangkai mawar . Melepasnya lalu meraih jari manisku dan memasangkannya disana . Aku merasa ini semua seperti mimpi .
" Will you marry me ?" Aku rasanya ingin menangis .
" Are you sure "?"
" Sure " aku tersenyum lalu mengangguk . Dan Dave memelukku dengan erat . " Maaf telah membuatmu sedih dan menunggu, tapi justru karena itulah aku yakin . You are the one " .
Aku tidak menyesal menunggumu batinku karena aku yakin , jika kita bertahan cinta itu milik kita
December 11,2011
11.17 in the hopeless place
*7hugs ♥
No comments:
Post a Comment