Pages

Sunday, 11 December 2011

I want to be your ' Mr. Right '

Seorang lelaki sedang membidik kameranya keseluruh ruangan . Ia sedang mengecek lensa kameranya . Dan saat sedang mengarahkan lensa kepintu , pintu terbuka dan seorang gadis masuk . Lensanya mengikuti kemana gadis itu berjalan, hingga ia berhenti disebuah meja, tepat didepan meja kerja lelaki itu . Ia meletakkan kamera dimeja , kembali memandang gadis didepannya itu . Seolah tak mempercayai apa yang dilihatnya . Ia membuka tas'nya dan mengeluarkan beberapa foto . Dan menemukan foto gadis itu, gadis yang sama yang ia foto di acara amal 3 hari yang lalu . Ia tersenyum sumringah, benar-benar tidak menyangka ia bisa bertemu gadis ini lagi .

" Heii !!! " Ia menyapa gadis itu dari tempatnya . Karena mereka hanya berjarak satu setengah meter . Gadis itu menoleh dan wajahnya tampak bingung .
" Lo ngomong sama gue ?"
" Ada orang lain gitu disini ?" Jawabnya nyengir . " Gue London ".
" Hahh !!!" Gadis itu tampak bingung .
" Maksud gue, nama gue London " gadis itu mengerutkan kening .
" Lo creative head yang baru ?"
" That's right , by the way nama lo ?"
" Morning Paris !!" Sapa seorang lelaki gendut yang tiba-tiba muncul dan berdiri didekat meja gadis itu menutupi pandangan London .
" Morning Im ".
" Ehh jeng, nih gue bawain sarapan buat lo " London shock . Badan aja boleh gede, ternyata keriting .
" Nice to meet you Paris " Ucap London sekeras yang ia bisa , Baim berbalik dan baru menyadari keberadaan London .
" Ehhh.. Ada yang cucokk jeng , saha eta teh ?"
" Gue London ".
" Eke Boulevard " London mendelik geli melihatnya . " Biar cucok gitu, London - Boulevard, ibaratnya ye Collin Farel eke Keira Knightley " London bergidik ngeri membayangkannya. Paris tertawa kecil melihat tingkah Baim .
" Yuk deh Im ke pantri, gue mau sarapan " ajak Paris
" Yukk jeng, dahh cakepp " Baim hampir saja mencolek dagu London jika ia tidak gesit menghindar .
Jadi namanya Paris batin London hmmm kalau jodoh memang nggak bakal kemana . Baru aja 3 hari lalu gue berharap semoga gue diketemuin lagi sama nih cewek, and miracles is happening , what a beautiful morning .

Sudah hampir seminggu London berada di kantor itu namun ia belum memiliki kesempatan mengenal asisten penyunting itu . Paris tidak banyak bicara, ia lebih suka berkutat dengan laptop dan pekerjaannya . Dan ia juga lebih sering memakai headphone jadi sulit mengajaknya bicara . Dan pagi itu di cafe depan kantor , Paris duduk sendirian . Ia memandang ke etalase kaca, dan diluar sepasang cewe dan cowo lewat sambil berpegangan tangan dan bercanda .

♪ Every where I look people holding hands
♪ When am I gonna get my chance at love
♪ My chance at love

Suara Megan Nicole seolah terngiang ditelinganya .
" Morning b-e-a-utiful !!" Paris tersentak dan matanya terbelalak pada London .
" Nggak sopan tahu ngebales sapaan orang dengan melotot gitu "
" Lo bilang apa barusan ?"
" Morning b-e-a-utiful , is that wrong?"
" Lo ada keturunan paranormal?" Kali ini London yang terbelalak .
" Emang gue ada tampang dukun?"
How can be batin Paris gue baru aja ngebayangin lagu itu
" Ngapain lo disini ?" Tanya Paris heran
" Like what you do, breakfast "
" Ada banyak meja kosong kali ya "
" Gue pengennya disini, nemenin lo sarapan pagi "
" Gue nggak butuh teman sarapan " katanya cuek
" Apa gue musti jadi kemayu seperti Baim agar bisa sarapan sama lo ?" Paris mendelik .
" Mau lo apa sih?"
" Gue pengen mengenal lo lebih jauh "
Paris diam sesaat, lalu ia meraih tasnya dan meninggalkan beberapa lembar uang diatas meja . Ia beranjak dari kursinya, London mengejar Paris dan menahan lengannya .
" Apaan sih " Paris menghentak lengannya agar terlepas dari pegangan London . Tanpa berkata apa-apa ia meninggalkan London yang bingung .

Siang itu London duduk di pantri , ia memikirkan tentang sikap Paris . Kini ia semakin dingin saja pada London . London tidak mengerti , kenapa ia bersikap seperti itu .
" Hei cakep !!!" Sapa Baim . Melihat Baim tiba-tiba London terpikir sesuatu.
" Baim, lo kenal dekat sama Paris ?"
" ‎​˚°º☺wwW jelas, eke sama Paris deket udah kayak twins " London menelan ludah mendengarnya .
" Paris punya pacar ?"
" Whooo.. Kenapa nih lo nanya-nanya cakep ?"
" Jawab aja kenapa sih?"
" Paris nggak tertarik sama lelaki " London terbelalak mendengarnya .
" Maksud lo , Paris .. "
" Kagak, bukan itu maksud eke " Baim duduk dikursi kosong tepat didepan London . " Paris itu menutup hati dan menolak semua lelaki yang suka sama dia . Lo bayangin deh siapa yang nggak suka sama Paris, jadi sudah berapa lelaki yang patah hati karena itu , termasuk gue . Makanya gue pura-pura kemayu begini supaya bisa dekat dengan Paris " jelasnya .
" Hahh.. Serius lo ?"
" Becanda gue " Baim malah tertawa melihat ekspresi serius London .
" Damn, gue pikir beneran "
" Soal gue , becandaan tapi soal Paris emang beneran "
" Tapi kenapa?" Baim mengangkat bahu menandakan ia juga tidak tahu .
" Gue juga nggak begitu ngerti kenapa, gue rasa Paris trauma atau yahh,, something like that lahh bo' " London mengangguk mengerti . " Lo naksir Paris ya ?"
" Gue normal , jadi wajarkan ya gue naksir Paris "
" ƗƗɑƗƗɑƗƗɑ! , gue rasa lo bukan tipenya Paris dan lagi lo lebih muda 2 tahun dari Paris "
" Hahh.. Dari mana lo tahu ?"
" Kehadiran lo di perusahaan inikan cukup menjadi perbincangan hangat bo', cewe-cewe pada tahu kalau lo itu masih muda, masih legit banget dehh " Baim mengedipkan mata . London jadi geli sendiri melihatnya .
" Nama lo keren Baim, tapi sayang banget lo nggak se'macho Baim Wong " ledek London . London mengerti sekarang, Paris menolaknya bukan karena ia memiliki orang lain yang dicintainya , pacar , tunangan atau bahkan calon suami . Tetapi hampir bisa dipastikan karena ia pernah mengalami hal menyedihkan dalam kisah cintanya . Dan London tidak lelah mencoba untuk mendekati Paris .

Pagi itu saat Paris tiba di ruangannya, ia menemukan sebuah kotak berisi roti dan segelas cappucino yang masih hangat .
" Morning sunshine !!" Sapa Baim seperti biasanya .
" Heii Im , makasih buat sarapannya " Baim bingung .
" Hari ini eke nggak bawain sarapan buat yeyy cantik "
" Lohh, ini "
" That's me " ucap London dari mejanya sambil tersenyum . Ekspresi wajah paris berubah .
" Nihh buat lo aja Im , gue uda sarapan kok "
" Really , thank you beautiful " Baimpun segera membawa sekotak roti dan segelas cappucino itu , mensykuri keberuntungannya . London belum menyerah, keesokan harinya ia menaruh setangkai mawar di meja Paris . Begitu melihat mawar itu ia melirik London dimejanya yang tersenyum . Paris mengambil mawar itu dan membuangnya ke tong sampah . Keesokan harinya ada dua tangkai mawar, lalu tiga tangkai dihari ketiga , keempat, kelima, keenam, dan ketujuh . Paris benar-benar kesal , maka Ia mengambil mawar itu dan menghampiri meja London .
" Stop melakukan hal-hal yang bikin gue nggak nyaman , lo dan gue sama-sama bekerja disini jadi please London, berhenti bersikap seolah-olah gue abg yang bisa lo rayu dengan bunga dan roti untuk sarapan pagi . I'm not a girl like that , I'm different " London berdiri dari duduknya .
" I knew you different , that's why I'm doing this "
" This .. Is a stupid thing that you can do , I needn't " Paris melempar bunga pemberian London keatas mejanya lalu pergi meninggalkan London . London kembali duduk di kursinya . Mengeluarkan foto-foto Paris dari dalam laci meja . Sejak pertama kali melihat Paris, ia merasakan ada sesuatu didalam diri gadis ini yang menarik dirinya . Ia juga tidak mengerti apa itu. London melirik kalender, hari ini tanggal 14 February .

Jam setengah 5 sore, saatnya pulang kantor . Paris berjalan dari kantor menuju ke taman kota yang letaknya tidak jauh dari kantor . Sore itu suasana taman agak lengang . Paris duduk disalah satu bangku yang kosong.
" Ehem.. !!" Suara orang berdehem mengagetkan Paris .
" Lo !!" Paris tidak menyangka kalau lelaki ini mengikutinya . " Lo ngikutin gue "
" Iya " tanpa permisi London duduk disebelah Paris . Malah Paris yang berdiri . " Duduk donk Paris, jangan kelihatan kayak abg yang lagi berantem sama pacarnya donk "
" Hahh!!" Mau tidak mau Parispun duduk .
" Nih, gue mau kasih ini ke lo " London menyerahkan amplop coklat pada Paris.
" Apa lagi nih?"
" Just open it !" Parispun membukanya dan ia takjub juga melihat , itu adalah foto-foto ia saat berada di acara amal .
" Lo bener-bener nguntitin gue sampe ke perusahaan?"
" ƗƗɑƗƗɑƗƗɑ! Nggaklah Paris , foto itu gue ambil saat acara amalnya nyokap " jawabnya santai . " Entah kenapa gue tertarik banget sama sosok di foto itu, gue berharap bisa ketemu dia lagi someday . Dan itu terkabul, ternyata gue diterima diperusahaan ditempat lo bekerja ".
" Trus maksud lo nunjukin ini ke gue apa?"
" Lo simpen deh fotonya , karena kalau gue yang nyimpan gue akan selalu keinget sama lo "
" Stop merayu gue, gue bukan anak remaja yang bakal klepek-klepek mendengarnya "
" I knew it " jawab London . " Gue nggak tahu ada apa sama lo, sampe lo ngejauhin cowo . Tapi yang gue tahu , gue suka sama lo, that's it . Dan rasanya gue pengen Menghajar cowo yang udah buat lo begini, karena dia udah menghilangkan kesempatan gue buat dekat sama lo "
" Baim cerita apa sama lo " tanya Paris.
" Dia cuma bilang lo menolak semua cowo yang suka sama lo, intinya lo menutup hati lo "
" Baiiiim, comel banget si mulutnya " rutuk Paris .
" Lo punya masa lalu percintaan yang buruk ya ?" Paris diam tidak menjawab, London memandangnya . " Lo tahu nggak, dulu kalau gue ngelihat cewe-cewe yang lebih tua dari gue . Gue nyebutnya tante-tante "
" Thank you " Paris mendelik
" Tapi entah kenapa cewe disamping gue ini benar-benar nggak bisa buat gue berhenti mikirin dia "
" Really !!" Cuek Paris
" Tapi berhubung dia telah menutup hati dan tidak memberikan kesempatan buat gue mengenal dia , So .. Mungkin lebih baik gue mundur . Dari pada dia jadi marah-marah dan kesal melulu tiap liat gue di kantor . Karena gue berharap jadi seseorang yang bisa buat dia tersenyum, bukan menjadi alasan bagi dia ketika dia kesal atau sedih " ujar London panjang lebar . Setelah itu tidak ada yang berbicara . Mereka saling diam, hanya terdengar kicau burung yang hinggap di pohon dan berdiam disana . Dan juga desau angin sore .
" Gue pernah punya pacar " Paris mulai bersuara . " Gue nggak pernah tahu alasan dia meninggalkan gue . Tapi seminggu setelah dia bilang sebaiknya gue dan dia mengakhiri hubungan kami . Gue melihat dia bersama mantan pacarnya . Dan ternyata, yang gue tahu dari teman dekatnya dia , dia nggak pernah berhenti mencintai mantan pacarnya yang harus kuliah di Kanada itu . Dan gue, hanya... Pengisi kekosongannya selama wanita itu berada di luar negeri . Gue sayang banget sama dia, 4 tahun gue ngejalanin hubungan dengan dia dan ternyata itu hanya hubungan palsu . Lo nggak bisa ngebayangin sakitnya gue saat itu " London memandang wajah sendu Paris ketika menceritakannya . Tidak ada air mata yang jatuh, namun ia tahu bahwa mengingat kembali masa-masa itu pastilah membuat Paris sakit .
" Setelah itu semua, lo memutuskan untuk menutup hati ?" Paris mengangguk .
" Gue udah nggak sanggup menyayangi lagi, karena ketika gue bersamanya . Gue benar-benar memberikan seluruh hati gue buat menyayangi dia " .
" Manusia itu tidak selalu benar dalam bertindak, tidak selalu menemukan orang yang tepat untuk dicintai .Tapi dari situlah jalan menuju kepada seseorang yang pantas untuk ia cintai dan mencintainya " ujar London .
" London .."
" Lo masih punya perasaan sama mantan lo itu ?" Tanya London .
" Nggak,, hanya , gue masih merasa .."
" Trauma dan takut untuk memulai ?" Paris mengangguk . " Gimana lo bisa tahu kalau lo menutup hati dan tidak membiarkan hati itu bertemu orang yang tepat untuk dicintai ".
" Jangan bilang lo mau recommend diri lo "
" Yapph gue salah satunya "
" Jangan buang waktu lo yang terlalu berharga untuk gue , lo bisa dapetin cewe yang lebih muda, lebih baik dan bisa mencintai lo " .
" Kalau gue maunya lo ?"
" Kenapa gue ?"
" Gue juga nggak tahu " jawab London dengan tampang bingung . " I'm just fallin' love with you " London memandang mata Paris , dan Paris tahu ia bisa melihat kesungguhan yang tidak dibuat-buat didalamnya .
" Terlalu banyal hal berbeda diantara kita London, dan gue ... "
" Heii Paris, Love shouldn't be with someone like you , or older than you , because younger is not bad "
" Promosi lo "
" A little bit " Paris tersenyum dan London senang melihat senyuman itu . London menyentuh jemari Paris . " Let we start a something new . You never know if you don't try . We can start as friend , and let me to know you better . I hope I can be a Mr. Right for you ".
" You want to be my Mr. Right ?"
" Yes I want !!" Jawab London . " It's about destiny and Faith . Gue ketemu lo trus kita ternyata jadi satu kantor , itu pasti diatur sama Tuhan . Kalau gue dan lo jodoh, kita pasti nemuin jalan buat sampai ke tujuan dari sebuah hubungan yang berawal dari pertemanan dan berlanjut ke pacaran ".
" Umur lo berapa sih, sokk bijak banget" ledek Paris .
" Heiii.. I'm serious b-e-a-utiful " London mendelik . Dan Paris teringat kejadian di cafe saat itu . Saat ia terpikir tentang lagu Megan Nicole itu lalu London datang tiba-tiba menyapanya dengan " morning b-e-a-utiful" .
" It's about destiny and faith " bisik Paris.
" Exactly !!" London mengangguk . Ia mengeratkan sentuhannya pada jemari Paris menjadi genggaman . " Let me try to be your Mr. Right !!" Mereka saling berpandangan dalam diam . Lalu Paris tersenyum .
" Heii !!" Paris melepas tangannya dari genggaman London lalu mengulurkannya sembari berkata " Gue Paris Hillarya " London nyengir dan menyambut uluran tangan itu .
" Gue pikir Paris Hilton " sahutnya dan mereka tertawa bersama . " London Farelino " .
" Gue inget , kita nggak memulai perkenalan dengan baik " kata Paris .
" Yahh,, lo bener , by the way lo mau kemana hari ini ?"
" Nggak kemana-mana "
" In valentine day , yuk nonton sama gue "
" Gue rasa itu terlalu cepat , kita baru kenalan "
" Kita uda kenal 14 hari " Paris nyengir. Lalu London mengeluarkan sebuah kota cukup panjang dari ranselnya . " Nih buat lo "
" Apa lagi nih "
" Kado valentine dari gue , buka deh " Paris menerimanya dan membuka kotak itu . Betapa kagetnya Paris, isinya ternyata bunga mawar yang pernah diberikan London padanya .
" Lo nyimpen semua bunganya ?" Tanya Paris karena beberapa bunga sudah layu .
" Yaphh... Gue pungutin dari dalam tong sampah lo "
" Ya ampun "
" Udah deh nggak usah kayak abg gitu" ledek London . Paris mencubit London gemas .
" Tapi gue nggak ada kado valentine buat lo "
" Be my valentine today, that's it "
" Hahh !!"
" Iya, hari ini abisin waktu bareng gue jadi lo juga bisa mulai mengenal gue " Paris tampak memikirkannya lalu ia mengangguk . " Really, yess.. Finally " London senang sekali sampai rasanya ia ingin melompat . Dan Paris membalasnya dengan senyuman indah yang menambah indah valentine hari ini bagi London .



December 11, 2011
16.40 in the hopeless place
*7hugs ♥

No comments:

Post a Comment