Kau datang padanya , tak pernah ku tahu ♪
♪ Kau tinggalkan aku disaatku butuhkanku
Cinta tak begini selama ku tahu ♪
Tetapi ku lemah karena cintaku padamu ♪
Aku berbaring sambil menatap kosong keatas langit-langit kamar . Lantunan suara Momo Geisha yang terdengar lewat radio mengiringi kesenyapanku . Lagu itu membuatku teringat pada sosok lelaki yang sudah sebulan ini kujauhi . Aku menoleh kesamping dan meraih handphoneku . Membuka folder Picture dan menemukan fotonya bersamaku . Jujur saja aku sangat merindukannya . Dan aku hanya mampu memandanginya lewat foto-foto yang masih tersimpan di handphoneku . Lelaki ini adalah sahabatku . Kami sudah bersahabat sejak berada di bangku SMU . Aku tahu bagaimana dia dan dia juga sebaliknya . Persahabatan antara perempuan dan lelaki , kami dekat dan bahkan tidak memiliki pasangan . Hingga kami sama-sama menyadari kalau kami memiliki perasaan . Aku mengakui aku cemburu saat ada yang mendekatinya, dan ia juga demikian . Meskipun saling tahu perasaan masing-masing, aku dan dia tetap mempertahankan hubungan kami sebagai persahabatan .
Setidaknya sampai sebulan lalu, ketika ia mulai berubah . Dan ketika aku melihatnya bersama seorang perempuan yang tidak aku kenal . Ia tidak mengabari akan kemana, tidak juga membalas sms dariku . Aku mulai menyadari semuanya . Dia tak lagi lelaki yang kukenal . Lelaki yang menyayangiku dan peduli tentangku . Setelah hari itu aku tidak pernah menerima sms darinya , tidak mendengar suaranya lewat handphoneku . Sudah ada hal yang membuat kami jauh . Dan aku mengerti penyebabnya . Kuletakkan handphoneku kembali .
Aku tidak pernah menyayangi makhluk tuhan yang bernama lelaki seperti aku menyayanginya . Dia melengkapi aku , menjadi kakak yang siap memberikan bahunya untuk aku bersandar . Ia menjadi ayah yang siap menolong aku jika aku akan terjatuh dan menjadi ibu yang siap mendengarkan keluh kesahku. Terlalu banyak hal yang membuat aku terlalu ketergantungan dan membutuhkannya . Dan setiap membayangkan ia dan gadis itu, dadaku sesak . Seakan disumbat oleh sesuatu yang sulit ditarik lepas agar aku bisa bernafas dengan sempurna tanpa harus megap-megap .
♪ engkau masih yang terindah
Indah didalam hatiku ♪
♪ mengapa kisah kita berakhir yang seperti ini
Suara Sammy Samorangkir kini yang terdengar di radio . Tanpa sadar air mata mengalir dari sudut mataku . Aku beranjak dari atas kasur berjalan kearah jendela , menyibak gorden . Diluar sana langit mendung dan hujan turun membasahi bumi . Hari ini semuanya terlalu klop dengan apa yang kurasakan . Hari kelabu dengan mendung, air mata dan hujan . Bahkan lagu yang diputar di radiopun begitu . Memutar lagu-lagu yang pernah dan sedang In dan entah kenapa semuanya lagu sedih .
Aku kembali berjalan kearah kasur, duduk diatasnya mencoba merasakan kenyamanan yang selalu membuatku betah berlama-lama didalamnya . Aku baru sadar kalau tadi menaruh handphoneku diatas sebuah kertas . Kuambil kertas itu dan membacanya untuk kesekian kalinya, untuk meyakinkan diriku sendiri bahwa ini nyata . Kertas itu berisi tes Lab , dan hasil tesnya menyatakan aku mengidap kanker hati . Aku mengetahuinya tepat dihari aku melihat Sahabatku dan gadis itu . Hari itu benar-benar hari terburuk sedunia bagiku . Aku merasa seakan dunia runtuh . Aku mengurung diri dikamar, menangis hingga mataku sebengkak bola golf . Namun aku tahu, air mataku tak akan membuat penyakit ini lenyap dari tubuhku . Maka mulai hari itu kuputuskan untuk tidak lagi menghubungi sahabatku itu . Karena aku tidak ingin menyusahkannya lagi dengan rasa sakit yang kini kuderita . Hati ini kini memiliki dua penyakit, yang belum bisa dipastikan masih bisakah kedua penyakit ini disembuhkan . Patah hati dan kanker hati , miris bukan .
Orangtuaku akan membawaku ke Singapore untuk berobat secara intens disana . Keberangkatan telah diurus , dan siang ini aku akan berangkat ke negeri Singa itu untuk memulai perobatan . Perobatan yang entah kenapa sama sekali tidak membangkitkan semangatku . Karena bagiku , hatiku telah rusak . Diperbaikipun rasanya sulit .
Tok.. Tok..tok , aku menoleh kearah pintu
" Masuk !! " Pintupun perlahan terbuka
" Maaf non, ibu minta bibi ingetin non Caca supaya siap-siap berangkat " kulirik jam di dinding . Ternyata memang sudah jam 1 siang .
" Iya bik " setelah itu pintu kembali ditutup . Aku mengalihkan pandangan ke jendela , langit masih mendung meskipun hujan perlahan reda menjadi gerimis . Dan hatiku juga demikian, masih sedih meskipun air mata tak lagi mengalir membasahi pipi .
7 month later.......
♪ kau buat aku bertanya
Kau buat aku mencari ♪
♪ Tentang rasa ini aku tak mengerti
Apakah sama jadinya jika bukan kamu
♪ Lalu senyummu menyadarkanku
Kau cinta pertama dan terakhirku ♪
" Heiiii Tian " gadis itu menyapa dari dalam layar televisi . Tian baru saja mendengar ia menyanyikan lagu Cinta pertama dan terakhir milik Sherina dengan petikan gitar yang dihadiahkan Tian saat ulang tahunnya yang ke 20 .
" Heiii baby, happy birthday yaahh.. Sekarang kamu 21 tahun deh " terdengar suara riangnya menyapa . Gadis itu masih bisa tersenyum dibalik kesakitannya . Tian bisa melihat perubahan pada diri sahabatnya yang tidak bisa ia sadari dulu . Wajahnya semakin tirus , ada lingkaran hitam dibawah matanya . Ia duduk diatas kasur dengan pakaian berwarna biru muda, pakaian pasien .
" I wish you get the best thing in your life, I wish you get someone can make u happy , be the great men . Maaf banget aku nggak bisa nemenin kamu tiup lilin dan nyuapin cake ke kamu tapi aku harap seseorang disamping kamu kini bisa menggantikan aku melakukannya . By the way, thank you some much for everything you gave to me . I never give it back , so I just can thankful for you because you've make feel valuable . Thank you some much . And I'm sorry because I can't say Good Bye . I don't know when we can meet anymore . Maybe it's a last time , so .. I love you, thanks you ever love me too " lalu ia memetik gitarnya lagi dan mendendangkan ...
♪ kau cinta pertama dan terakhirku ♪
Tanpa sadar air mata Tian mengalir . Dan sosok Caca menghilang dari layar televisi , menyisakan tulisan merek DVD. Tian hanya bisa terdiam tanpa bisa mengatakan apa-apa . Ditangannya ia masih memegang kotak DVD yang diberikan oleh mama Caca . Mamanya mengatakan bahwa Caca menitipkan hadiah ulang tahun untuk Tian . Dan minta maaf karena tidak bisa memberinya secara langsung . Mama Tian menceritakan kemana perginya mereka satu keluarga selama 7 bulan ini, dan juga menceritakan tentang penyakit Caca . Tian tahu, yang ia miliki kini hanyalah penyesalan tidak bisa mendampingi sahabatnya disaat-saat ia sangat membutuhkannya . Kini ia hanya bisa mendoakan, semoga Caca , lebih bahagia kini karena telah berada disisi Tuhan . Karena mungkin jika Caca berada disisinya, ia belum tentu bisa mengembalikan kebahagiaan Caca .
" I love you too Ca " bisiknya pelan sambil memandang foto Caca yang dijadikan Cover depan DVD hadiah ulang tahun untuk Tian .
December 10, 2011
15.23 in the hopeless place
*7hugs ♥
No comments:
Post a Comment